Rabu, 26 Juni 2013

KEUTAMAAN SEDEKAH


SEDEKAH memiliki banyak keutamaan, dalam bahasa agama disebut fadhilat, yaitu :

Pertama : Membersihkan diri dan harta, sesuai firman Allah SWT yang artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka... “ (QS At-Taubah : 103)

Membersihkan harta, maksudnya zakat membersihkan pelakunya dari kekikiran dan cinta yang berlebihan akan harta benda. Adapun dimaksudkan mensucikan, bahwa zakat menyuburkan sifat kebaikan dalam hati dan memperkembangkan harta benda.

Kedua : Menghapus murka Tuhan, Nabi SAW bersabda yang artinya : “Sedekah memadamkan murka Tuhan” (HR Tabrani).

Ketiga : Menambah umur dan keutamaan lainnya, Nabi SAW bersabda yang artinya : “Sesungguhnya sedekah seorang muslim menambah umur, mencegah kematian dengan kesudahan yang jelek dan dengannya Allah SWT menghilangkan sifat sombong dan angkuh”(HR. Tirmidzi).

Keempat : Menolak bala, sehubungan dengan ini diriwayatkan bahwa ada seseorang yang merindukan anaknya datang kepada Abu Hurairah ra, seraya berkata : “Doakan anakku kepada Allah SWT, aku merasa khawatir kalau-kalau ia ditimpa kebinasaan.”

Abu Hurairah ra menjawab : “Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang lebih bermanfaat, lebih tepat dan cepat mendapat ijabah daripada doaku.” Ia menjawab : “Ya.”

Abu Hurairah pun berkata : “Bersedekahlah dengan niat untuk keselamatan anak anda dan keselamatan apa yang dibawanya.”

Orang itupun bersedekah satu dirham kepada seorang pengemis, sambil berkata : “Sedekah ini untuk keselamatan anakku dan keselamatan apa yang dibawanya.”

Menurut riwayat anak yang dikhawatirkan itu datang dengan selamat. Ia menceritakan kapal yang membawanya mendapat musibah diterpa badai di tengah laut. Ia heran kapal itu ditarik oleh makhluk-makhluk berpakaian putih sehingga selamat sampai ke tepi pantai. Setelah dicocokkan waktu kejadian itu, tepat pada saat orang tuanya bersedekah. (Al-Mustathraf, Syihabuddin Muhammad Al-Ibsyayhi, hal. 22).

Kelima : Menebus dosa. Diriwayatkan oleh An-Mundziri dari Rasul SAW pada zaman dahulu ada seorang abid yang beribadah kepada Allah di atas puncak sebuah gunung. Setan menggodanya dengan mendatangkan seorang perempuan lacur, sehingga terjadilah perbuatan zina. Abid itu menyesal, ia pun mandi dan bertemu dengan seorang miskin yang kelaparan.

Sang Abid hanya memiliki setengah potong roti, lalu langsung menyedekahkan dan berkata : “Ambil olehmu makanan ini, aku tidak berhak.” Rasul SAW bersabda : “Laki-laki ini datang pada hari kiamat (dipengadian Tuhan). Dosa zinanya diletakkan di sebelah daun timbangan, dan di sebelahnya lagi diletakkan sedekahnya yang hanya setengah potong roti; ternyata sedekahnya itu lebih berat daripada dosa zinanya; artinya orang itu diampuni oleh Allah SWT dengan sedekahnya itu.” (Dalil As-Sailin, Anas Ismail Abu Daud, Hal 321).

Seseorang yang menghadapi sakratul maut bersungut-sungut meminta ditangguhkan umur kepada Allah SWT barang sesaat, agar bisa bersedekah dan beramal saleh. Namun ajal tidak bisa ditunda-tunda. Allah SWT sudah memperingatkan dalam firman-Nya : “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al-Munafiqun ayat 10).

Wahai orang-orang yang berkecukupan dan berkelebihan, bersedekahlah di kala sehat dan afiat, jangan setelah maut di ambang pintu baru mau bersedekah. (*)


Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/05/17/keutamaan-sedekah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar