Senin, 03 Juni 2013

PENGERTIAN DAN CONTOH RESENSI


Pengertian Resensi  

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku.

Secara etimologi, “Resensi” berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja “revidere” atau “recensere”. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan “recensie”, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “review”. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.

Berikut ini Definisi, Arti dan Pengertian Resensi Menurut Beberapa Para Ahli

WJS. Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.

Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.


Contoh resensi - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!"

1. Identitas Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

Lupus Sang Idola

Judul               : Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”
ISBN               : 979-655-972-2
Pengarang       : Hilman Hariwijaya dan Boim Lebon
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : 21 Maret 2001
Berat               : 199 gram
Dimensi           : 144 halaman, 18 cm
Kategori          : Anak dan Remaja
Harga              : 25.000


2. Tujuan Meresensi Novel - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

Banyak orang (teman-teman) yang telah mengatakan bahwa buku ini bagus kepada saya, maka dari itu saya menjadi penasaran dan ingin membacanya. Setelah saya baca ternyata buku ini tidak hanya sekedar bagus tetapi “sangat bagus”, karena keluarga merupakan bagian terpenting dalam sebuah kehidupan, maka sayangilah keluarga dan teman-temanmu karena merekalah yang selalu ada ketika kita membutuhkan.

3. Pokok-pokok Isi Novel (Unsur Instrinsik) - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

1.      Tema         : Kehidupan sehari-hari keluarga Lupus

2.      Latar          :
a.       Latar tempat    : rumah Lupus, lapangan, jalan raya, rumah Windy, took elektronik, rumah Ubu, rumah Happy, sekolah Lupus.
b.      Latar waktu     : pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari.
c.       Latar suasan    : menyenangkan, menggelikan, tegang, menyedihkan, lucu, Mengharukan.

3.      Penokohan
a.       Lupus                    : penuh ide, pandai, lucu, mudah bergaul
b.      Lulu                       : kekanak-kanakan, pandai, lucu
c.       Papi                       : hemat, tegas,baik hati
d.      Mami                     : penyayang anak-anak, bijak
e.       Pepno                    : lucu, menyenangkan
f.       Iko-Iko                  : lucu, menyenangkan
g.      Iwel-Wel               : minder, pemalu
h.      Happy                   : baik hati, ramah, menyenangkan
i.        Windy                   : penyayang
j.        Kiky                      : kekanak-kanakan
k.      Ubu                       : baik hati, ramah, menyenangkan

4.      Alur                             : Progresif (maju)

5.      Amanat                       : Keluarga merupakan bagian terpenting dalam sebuah kehidupan, maka sayangilah keluarga dan teman-temanmu karena merekalah yang selalu ada ketika kita membutuhkan bantuan.


6.      Sudut pandang              : Sudut pandang orang ketiga serba tahu.

7.      Gaya bahasa                : Menggunakan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah untuk dipahmi oleh pembaca dan menyenangkan.


4. Nilai-nilai Novel (Unsur Ekstrinsik) - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

a.    Nilai Sosial      : Lupus gemar menolong temanya yang sedang membutuhkan, dengan caranya sendiri. Tidak hanya Lupus namun setiap tokoh saling menolong satu sama lain.
b.    Nilai Budaya  : Kehidupan keluarga Lupus sangat mengutamakan kebersamaan seperti makan bersama di meja makan, saling menghormati, Papi sebagai kepala keluarga yang selalu mengambil keputusan dalm setiap keadaan.
c.   Nilai Ekonomi : Papi sangat memperhatikan setiap ada urusan keuangan. Papi sebagai kepala keluarga selalu memperhitungkan urusan keuangan dalam keluarga.


       5. Sinopsis - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”


Sepeda Iwel-Wel Sendiri Lagi

Lupus akhir-akhir ini sangat senang bersepeda, dia bersepeda dengan sobatnya yaitu Pepno. Lupus mempunyai kawan baru yang bernawa Iwel-Wel dia mempunyai hobi yang aneh yait gemar bersepeda sendirian, berkali-kali Lupus dan Pepno mengajak Iwel-Wel untuk bersepeda bersama namun dia menolak dan enggan menjawab apa alasanya, setelah beberapa waktu akhirnya Iwel-Wel mengaku jika dia malu dengan teman-temanya karena sepeda yang ia miliki sudah jelek dan berbeda jauh dari milik teman-temanya. Lupus meyakinkan Iwel-Wel tetapi ia tetap menolak, sampai suatu saat Iwel-Wel dibelikan sepeda baru oleh ayahnyayang sangat canggih dan bagusnya bukan main, setelah itu gantian Iwel-Wel yang mengajak Lupus dan Pepno main, tetapi mereka berdua menolak dengan berbagai alasan. Namun alasan yang pasti adalah karena mereka merasa maludenga sepeda yang dimiliki Iwel-Wel.


Teve Papi

Papi Lupus berniatan untuk membeli TV baru yang lebih besar dan bagus dibandingkan dengan TV lama yang mereka miliki, namun TV lama akan dijual oleh Papi untuk uang tmbahan membeli TV baru, namun Mami tidak setuju dan mengingikan Tv yang lama digunakan oleh Luus dan Lulu agar tidak berebut lagi dengan Papi. Sekuat tenaga Lupus dn Lulu mencari cara agar oran yang akan menawar TV Papi tidak mau membelinya, mereka memasang jebakan disepanjang rumah, dan yap semua jebakan berhasil. Namun orang yang akan menawar TV Papi itu keesokan harinya datang lagi ke rumah ersebut untuk bernegosiasi tentang harga TV dengan Papi, dan ketika bertemu untuk kedua kalinya Lupus dan Lulu meminta kepada orang itu agar tidak membeli TV mereka dengan memberikan sogokan berupa berbagai macam makana, akhirnya orang tersebut mengurungkan niatnya untuk membeli TV Papi.


Happy dan Sepeda, Lupus dan Sepeda-Sepeda

Happy teman Lupus satu kelas meminta Lupus untuk mengajarinya naik sepeda. Sebenarnya Lupus enggan dengan tawaran Happy, namun karena Happy menjanjikan untuk memberikan honor pada Lupus jika berhasil membuatnya mahir bermain sepeda dalam waktu satu minggu ini, maka Lupus menerima ajakan Happy karena dia butuh uang untuk mendaftar lomba lukis. Daam seminggu Lupus menjadi guru Happy, namun tak ada hasilnya, Happy masih saja jatuh ke got, dan sampai waktunya tibapun Happy belum kunjung mahir bersepeda, namun Lupus telah meminta bayaranya, dia membutuhkan uang itu dan berjanji akan membantu Happy dalam mengikuti Funbike.Dan keesokan harinya Lupus menepati janjinya, dia membantu Happy mengikuti Funbike dengan cara memegangi sepeda Happy sampai garis finish, terang sja setelah itu Lupus pegal-pegal, tetapi dia harus segera ke tempat lomba lukis, ketika sampai disana panitia lomba memberitahukan bahwa anak-anak harus menggambar sepeda, sontak saja Lupus langsung pingsan.


Malam Tahun Baru yang Bau

Ketika itu keluarga Lupus akan merayakan Tahun Baru, namun tidak bersama, mereka akan merayakanya bersama teman-teman mereka. Ketika siang harinya Papi akan mandi, air di dalam amar mandi habis dan meminta Mami untuk menyalakannya akan tetapi tidak bisa, lalu Papi mengecek dan ternyata listrik mati diikuti oleh saluran air yang juga ikut mati. Semua anggota keluarga Lupus merasa resah karena mereka harus pergi ke acara mereka masing-masing namun air tak kunjung menyala. Lalu Papi memutuskan untuk pergi ke rumah saudara mereka yang ada di lain tempat untuk menumpang mandi, mereka berangkat dengan kondisi bau dan terkena macet di jalan. Ketika sampai disana mereka tidak menemukan saudara mereka karena ternyata baru saja pergi untuk merayakan tahun baru sehingga mere mengurungkan niat untuk pergi.


Jangan Menangis Lagi Ya, Ky

Windy adalah salah seorang teman Lupus. Pada suatu hari Windy pulang cepat-cepat ke rumah dan ditemuinya adik kecilnya yaitu Kiky sedang menangis kencang, ternyata dia tak mau makan. Bibi baru Kiky pun tak berhasil membujuk Kiky untuk makan, lalu Lupus dan kawan-kawanya lewat depan rumah Windy, seketika itu Lupus langsung membanyol dan menyebabkan Kiky tersenyum dan mau menelan makanan yang diberikan oleh Bibinya. Namun ketika Lupus dan kawan-kawanya pulang, Kiky kembali menangis dan tidak mau makan. Lalu Windy menelpon Lupus dan bertanya bagaimana cara agar Kiky mau makan, Lupus mengingatkan untuk memberikan kesenangan-kesenangan Kiky dan ternyata berhasil, Kiky mau makan kembali.


Gara-gara Play Station Sih

Pada saat itu anak-anak di kompleks rumah Lupus sedang senang-senangnya bermain Play Station begitupula dengan Lupus, ia menghabiskan waktu dan uang jajanya untuk bermain. Sudah berulang kali Mami mengingatkan Lupus namun tetap saja tidak digubris olehnya. Sampai pada suatu saat di kantor Papi ada bazar murah dan Mami memutuskan untuk mengajak Lupus dan Lulu. Lupus ingin sekali memiliki sepatu tinggi untuk sekolah, tetapi seketika harapan Lupus runtuh karena Mami berkata tak akan membelikan Lupus karena Lupus sudah diberikan oleh Papi uang lebih untuk ditabung, namun uang tersebut sudah dihabiskan Lupus untuk main Play Station. Dan Lupus tidak dapat membeli kebutuhannya.


Ngeles Berhadiah

Pulang sekolah, Lupus tak sabar menemui Mami untuk meminta agar didaftarkan bimbingan belajar. Mami pun setuju akan tetapi ahrus meminta persetujuan Papi untuk mendaftarkannya. Sepulang dari kantor, Papi memberitahu Mami bahwa Mami mendapat hadiah dari toko elektronika dan dihimbau untuk mengambilnya hari itu juga. Sontak Lupus sangat senang mendengarnya dia pikir hadiah yang didapat akan digunakanya untuk mendaftarkan Bimbel. Papi dan Mami siang itu juga menuju ke too elektronik yang dimaksud, lalu betapa kagetnya Mami ternyata untuk dapat mengambil hadiahnya mereka harus membeli produk dengan harga minimal tiga juta dan hadiahnyapun tidak seberapa. Lalu mereka memutuskan untuk pulang dan Lupuspun kecewa.


Badut Ulang Tahun

Ubu adalah teman sekelas Lulu, dia sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya. Lupus dan Lulu sibuk mencari kado untuk si Ubu. Mereka memutuskan untuk membelikan Ubu buku dongeng, namun niat itu tidak jadi karena mereka mendapat hadiah dari badut yang ada di pusat perbelanjaan itu. Setelah sampai rumah Ubu menelpon Lulu dan memeritahu bahwa dia ingin mendatangkan badut di acara ulang tahunnya dan dia mminta Lulu untuk mencarikan badut tersebut, seketika mendengar itu Lupus langsung menyeletuk agar Papi yang menjadi badut, dan benar Papi mau menjadi badut asal mendaptkan honor. Pada hari yang ditunggu Papi berdandan seperti badut sungguhan dan dia menghibur anak-anak yang datang meski pada awalnya agak kaku namun Papi berhasil menghibur semua yang datang. Papi juga mendapat honor yang diharapkannya. Tetpai ketika sampai rumah, Mami mengingatkan Papi bahwa ada pertemuan dengan client di kantor, Papi pun tanpa tunggu apa-apa langsung pergi ke kantor dengan wajah seperti badut, dan ketika sampai di ruan meeting, seisi ruangan kontan tertawa terbahak-bahakmelihat Papi.


Kado

Tiba saatnya Happy yang merayakan ulang tahun, ketika itu Lulu sibuk menyiapkan hadiah untuk Happy, dia memutuskan membeli tas sekolah yang dianggapnya sangat cocok untuk Happy. Sedangkan Lupus sama sekali tidak membelikan kado untuk Happy. Ketika datang saatnya untuk merayakan Happy Lulu sangat semangat dan datang awal, berbeda dengan Lupus yang memilih datang telat agar tidak kentara jika tak membawa kado. Namun Lupus mengaku pada Happy jika dia membawa kado. Ketika ulang tahunya Lupus, teman-teman datang ke rumah Lupus untuk memberi kado begitu juga Happy. Ketika dibuka betapa kagetnya Lulu bahwa kado yang diberikan pada Lupus adalah sama dengan kado yang diberikanya untuk Happy. Lulu marah dan ingin bertemu kepada Happy, namun ketika bertemu Lulu pun kaget karena tas yang dimiliki Happy memang ternyata kembar dengan Lupus, ternyata Happy memang sengaja membeli tas yang sama dengan Lupus agar bisa kembaran.


Iiih Takuuut !!

Pada malam Jumat Kliwon itu Lupus ditinggal oleh Papi, Mami, dan Lulu yang akan Pergi ke rumah om Imron. Lupus memang awalnya tidak takut, namun lama lama dia merasa takut karena mendengar suara-suara aneh yang muncul di tenga malamnya. Lupus kemudian menelpon Pepno untuk tidur di rumahnya, Lupus takut pada ituan, ituan yang dimaksud adalah setan. Namun sayangnya Pepno tidak dapat ke rumah Lupus karena tidak diijinkan oleh ibunya. Ketika Lupus hendak kembali ke kamarnya, ada suara telpon yang misterius dan Lupus pun mengangkatnya. Ketika diangkat tiba-tiba Lupus pun takut dan berlari ke kamarnya. Terdengar di luar ada tiga orang yang mengetuk ngetuk kamar Lupus, ternyata Papi, Mami, dan Lulu semenjak tadi bersembunyi di luarmereka berusaha membangunkan Lupus namun Lupus tidak dengar akhirnya dibantu oleh pak Satpam dan mereka bisa masuk. Mereka sebenarnya tidak pergi ke tempat om Imron, tetapi membelikan kadountuk Lupus.



6   6. Biografi Penulis - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

Hilman Hariwijaya yang lahir di Jakarta pada tanggal 25 Agustus memang telah suka mengarang semenjak remaja, dirinya telah membuat serial Lupus di Majalah HAI, Hilman mempunyai hobi membaca dan menonton film ini telah sukses menjadi Section Head Drama. Sedangkan Boim Lebon yang nama aslinya adalah Sudiyanto pada tanggal 17 Juli juga memiliki hobi dan pekerjaan yang sama dengan Hilman, sehingga keduanya dapat menciptakan karya Lupus yang menjadi idola setiap remaja.



Resensi :

Rabu, 08 Mei 2013

TUGAS PROPOSAL


Proposal Penelitian

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Karakteristik Proposal
Proposal penelitian mahasiswa memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
1.      Merupakan suatu rancangan pokok yang akan dilakukan guna mengumpulkan bahan penulisan skripsi, tesis, disertasi.
2.      Memperlihatkan kemampuan proposal kemampuan mahasiawa terhadap permasalahan yang akan diteliti dan metode yang digunakan dalam penulisan terebut.
3.      Ruang lingkup proposal sesuai dengan bidan kajian akedemis mahasiswa.
4.      Rancangan penelitian ilmu maupun kepentingan praktisi lapangan.

Sistematika Proposal Penelitian
Rancangan atau proposal penelitian untuk skripsi mahasiswa terdiri dari beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :

I.                   PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
2.      Identifikasi Masalah
3.      Batasan dan Perumusan Masalah
4.      Tujuan dan Manfaat Penelitian

II.                LANDASAN TEORI

Bagian ini terdiri dari :
1.      Uraian Teori
2.      Kerangka Pemikiran
3.      Hipotesis (untuk penelitian tertentu boleh tidak menggunakan hipotesis)

III.             METODOLOGI PENELITIAN
Bagian ini menyajikan penjelasan antara lain:
1.      Variabel Penelitian
2.      Tempat dan Waktu Penelitian
3.      Sumber Data atau Populasi dan Sampel
4.      Alat Pengumpul Data (sebaiknya dilengkapi dengan kisi-kisi)
5.      Teknik Analisis Data yang Digunakan

IV.             DAFTAR PUSTAKA

Sumber / Referensi :


PROPOSAL PENELITIAN
ANALISIS PENGARUH DALAM BERWIRAUSAHA DI KALANGAN MASA-MASA KULIAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Mahasiswa sukses adalah mahasiswa yang selalu mempunyai dan menemukan ide/gagasan untuk pengembangan karirnya. Terlebih-lebih jika mahasiswa tersebut mempersiapkan diri untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, maka kreatifitas dan inovasi adalah kata kuncinya.
Dewasa ini, keinginan untuk berwirausaha semakin tinggi dikalangan mahasiswa, didukung oleh keinginan mereka untuk menjadi sukses diusia muda, atau sebagian karena untuk penunjang dalam keuangan mereka, ataupun sesuai jurusan yang mereka ambil. Terlebih lagi di zaman sekarang ini produk-produk yang sasaran pasarnya anak muda banyak sekali djumpai, atau peluang usaha yang memang timbul seketika karena atas apa yang telah dialami diusia sekarang ini.
Dengan demikian, tidaklah sedikit inovasi-inovasi didunia usaha timbul atas gagasan para mahasiswa yang sama sekali tidak terganggu dengan kegiatan ini.
Keuntungan yang diperoleh, manfaat postif yang didapat, serta kesuksesan yang diraih di usia muda, menjadi pacuan para mahasiswa untuk melakukan kegiatan berwirausaha.

1.2. MASALAH DAN TUJUAN

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui motivasi apa saja yang mendorong mahasiswa untuk berwirausaha?
2.      Apakah manfaat yang didapat dengan berwirausaha dimasa kuliah?
3.      Adakah masalah yang dialami ketika berwirausaha sambil kuliah?

1.3. TUJUAN
1.      Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi untuk berwirausaha.
2.      Untuk mengetahui manfaat yang didapat di masa kuliah.
3.      Untuk mengetahui masalah yang dialami ketika berwirausaha sambil kuliah.

KERANGKA PEMIKIRAN

Menurut penelitian yang telah saya amati dari ke tiga jurnal diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan keluarga, sikap mental mahasiswa berwirausaha, dan persepsi mahasiswa berwirausaha mempunyai pengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia.
  2. Mahasiswa sukses adalah mahasiswa yang selalu mempunyai dan menemukan ide/gagasan untuk pengembangan karirnya. Terlebih-lebih jika mahasiswa tersebut mempersiapkan diri untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, maka kreatifitas dan inovasi adalah kata kuncinya. Beberapa ide wirausaha dibawah ini yang mungkin sederhana namun ”membumi” dapat dijadikan sebagai pedoman dalam memulai menjadi seorang entrepreneur Sukses.
  3. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan apalagi dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat sehingga seorang wirausahawan dituntut agar memliki pemikiran yang kreatif dan inovatif. Untuk itu, seorang wirausahawan perlu memahami proses-proses pemikiran kreatif dan inovatif; ciri-ciri pemikiran kreatif; sifat-sifat mendasar dari kreativitas; tahap-tahap pemikiran kreatif yaitu antara lain Persiapan (Preparation), Penyelidikan (Investigation), Transformasi (Transformation), Penetasan (Incubation), Penerangan (Illumination), Pengujian (Verification), dan Implementasi (Implementation);  serta bagaimana menerapkannya dalam dunia usaha. Selain itu, wirausahawan juga dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif serta mampu menyadari tuntutan bisnis masa kini agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya dalam menghadapi persaingan dunia usaha saat ini.

TEORI

Wira Usaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengajar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif, dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

Kunci keberhasilan Wira Usaha
  1. Kemauan yang keras
  2. Perjuangan tak kenal lelah
  3. Kesediaan menghadapi segala kemungkinan
  4. Selalu berproses pikir positif
  5. Telaten dan ulet dalam melakukan pekerjaan
  6. Informasi dan konfirmasi harus selalu mendapatkan Kreatif, ulet, telaten, sabar dan pantang menyerah.


Perlu diingat bahwa kegiatan wira usaha akan menunjang ekonomi keluarga / pemerintah, baik industri dan perdagangan. Pertumbuhan industri yang diikuti kemajuan perdagangan akan melahirkan kesempatan kerja baru. Lapangan kerja baru ini akan menampung tenaga kerja baru,yang pada hakekatnya mengurangi pengangguran, mengatasi ketegangan sosial, meningkatkan taraf hidup masyarakat, memajukan ekonomi bangsa dan negara, pada akhirnya menentukan pula keberhasilan pembangunan nasional.

            Ciri-ciri wirausaha       :

a.       Memiliki visi dan tujuan yang jelas.
Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut.
b.      Inisiatif dan selalu proaktif.
Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
c.       Berorientasi pada prestasi
Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
d.      Berani mengambil risiko
Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
e.       Kerja keras
Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
f.       Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya
Baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
g.      Komitmen pada berbagai pihak
Merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
h.      Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak
Baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Dari analisis pengalaman di lapangan, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap, yaitu :

·         Jujur, dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan, dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan.
·         Mempunyai tujuan jangka panjang, dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh.
·         Selalu taat berdoa, yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Dalam bahasa lain, dapat dikemukakan bahwa ”manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan !” dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.

Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
  1. Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain,  seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
  2. Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
  3. Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
  4. Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
  5. Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
  6. Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
  7. Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan/memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
  8. Statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
  9. Knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
  10. Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)


Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106 – 109), terdiri atas :
  1. Mau kerja keras (capacity for hard work)
  2. Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
  3. Penampilan yang baik (good appearance)
  4. Yakin (self confidence)
  5. Pandai membuat keputusan (making sound decision)
  6. Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
  7. Ambisi untuk maju (ambition drive)
  8. Pandai berkomunikasi (ability to communicate)

PENELITIAN TERDAHULU

Pengarang       : Gallyn Ditya M dan Ikaputera Waspada
Kesimpulan Sementara :Bahwsanya dengan minat serta niat yang baik kegiatan berwirausaha dimasa perkuliahan sama sekali tidak menggangu aktifitas untuk belajar, justru akan memberikan dampak yang postif bagi pelaku usaha itu sendiri.

Pengarang       : Heri Kuswara
Kesimpulan Sementara:
Dibelahan negara manapun didunia ini terbukti makmur dan sejahtera rakyatnya manakala pemerintah memprioritaskan kewirausahaan sebagai agenda utama dalam pembangunannya, sebagai contoh negara-negara seperti amerika, inggris, jerman, kanada, jepang, korea plus tetangga dekat kita yaitu singapur dan malaysia, menjadi negara maju dan rakyatnya makmur berkat kesungguhannya dalam membangun dan mengembangkan kewirausahaan.
Begitupun  negara kita,  jika ingin keluar dari berbagai masalah terutama masalah kemiskinan dan pengangguran maka solusi yang paling tepat adalah menciptakan banyak entrepreneur sukses. Anda sebagai generasi muda sekaligus sebagai agen pembaharu bangsa ini, tentunya mempunyai tanggungjawab yang besar untuk menentukan nasib bangsa ini kedepan. Mulailah  detik ini rubah mind set anda bahwa sekolah/kuliah yang anda jalani ini bukan hanya semata untuk mencari pekerjaan namun ada pilihan lebih mulia dari pada sekedar bekerja yaitu membuka peluang usaha (berwirausaha), dengan wirausaha selain akan melatih kemandirian dan kebebasan mengexplorasi potensi juga dapat membantu membuka peluang pekerjaan bagi orang lain.
Mulialah detik ini anda action untuk berwirausaha, apapun itu jenis usahanya baik barang maupun jasa, yakinlah pada diri anda sendiri bahwa anda itu mempunyai kelebihan dan potensi yang maha dahsyat yang tersimpan didalam alam bawah sadar anda. Yang harus anda lakukan adalah kenali dan gali potensi anda tersebut, implementasikan dengan membuka usaha apapun.

Pengarang       : Tendy
Kesimpulan Sementara :
Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan apalagi dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat sehingga seorang wirausahawan dituntut agar memliki pemikiran yang kreatif dan inovatif. Untuk itu, seorang wirausahawan perlu memahami proses-proses pemikiran kreatif dan inovatif; ciri-ciri pemikiran kreatif; sifat-sifat mendasar dari kreativitas; tahap-tahap pemikiran kreatif yaitu antara lain Persiapan (Preparation), Penyelidikan (Investigation), Transformasi (Transformation), Penetasan (Incubation), Penerangan (Illumination), Pengujian (Verification), dan Implementasi (Implementation);  serta bagaimana menerapkannya dalam dunia usaha. Selain itu, wirausahawan juga dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif serta mampu menyadari tuntutan bisnis masa kini agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya dalam menghadapi persaingan dunia usaha saat ini.

HIPOTESIS

Dari analisis ketiga jurnal diatas dan dari hasil kesimpulan ketiga peneliti tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga analisis tersebut menggunakan metode pendekatan kualitatif.

METODOLOGI

           Pengarang       : Gallyn Ditya M dan Ikaputera Waspada
Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey eksplanatory. Objek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung program (S1), dengan variabel independen yaitu lingkungan keluarga, sikap mental berwirausaha mahasiswa, dan persepsi mahasiswa tentang berwirausaha. sedangkan variabel minat berwirausaha sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas FPEB dan FPIPS, sedangkan sampelnya sebanyak 52 mahasiswa dari 2 fakultas yang diambil secara proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda dengan menggunakan program SPSS.
Pengarang       : Heri Kuswara
Metodologi Penelitian
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara dokumentasi dan studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber dari buku maupun dengan menjelajahi internet.

Pengarang       : Tendi
Metodologi Penelitian
Jurnal ilmiah ini menjelaskan proses pembentukkan pemikiran yang kreatif dan inovatif dan penerapannya dalam bidang wirausaha dalam menghadapi ketatnya dunia usaha saat ini. Jurnal ilmiah ini menggunakan pendekatan kualitatif, berdasarkan pendapat para ahli dan kondisi usaha saat ini.