Rabu, 05 Juni 2013

JANGAN SAMPAI TINGGALKAN SHALAT LIMA WAKTU !!!




Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa ini nampaknya menjadi sebab utama, kenapa banyak dari kaum muslimin tidak mengerjakan shalat. Tak usah jauh-jauh untuk melaksanakan sholat sunnah, sholat 5 waktu yang wajib saja mereka tidak kerjakan padahal cukup 10 menit waktu yang diperlukan untuk melaksanakan shalat dengan khusyuk. Bukan sesuatu yang mengherankan, banyak kaum muslimin bekerja banting tulang sejak matahari terbit hingga terbenam. Pertanyaannya, kenapa mereka melakukan hal itu? Karena mereka mengetahui bahwa hidup perlu makan, makan perlu uang, dan uang hanya didapat jika bekerja. Karena mereka mengetahui keutamaan bekerja keras, maka mereka pun melakukannya. Oleh karena itu, dalam tulisan yang singkat ini, kami akan mengemukakan pembahasan keutamaan shalat lima waktu dan hukum meninggalkannya. Semoga dengan sedikit goresan tinta ini dapat memotivasi kaum muslimin sekalian untuk selalu memperhatikan rukun Islam yang teramat mulia ini.

Kedudukan Shalat dalam Islam

Shalat memiliki kedudukan yang agung dalam islam. Kita dapat melihat keutamaan shalat tersebut dalam beberapa point berikut ini[1].


1) Shalat adalah kewajiban paling utama setelah dua kalimat syahadat dan merupakan salah satu rukun islam

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: bersaksi bahwatiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”[2]

2) Shalat merupakan pembeda antara muslim dan kafir

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka ia kafir” [3]. Salah seorang tabi’in bernama Abdullah bin Syaqiq rahimahullah berkata, “Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.”[4]

3) Shalat adalah tiang agama dan agama seseorang tidak tegak kecuali dengan menegakkan shalat

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.”[5]

4) Amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”  Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.”[6]

5) Shalat merupakan Penjaga Darah dan Harta Seseorang

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau mengucapkan laa ilaaha illalloh (Tiada sesembahan yang haq kecuali Allah), menegakkan shalat, dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan semua itu, berarti mereka telah memelihara harta dan jiwanya dariku kecuali ada alasan yang hak menurut Islam (bagiku untuk memerangi mereka) dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah Ta’ala.”[7]



Keutamaan Mengerjakan Shalat 5 waktu

Shalat memiliki keutamaan-keutamaan berupa pahala, ampunan dan berbagai keuntungan yang Allah sediakan bagi orang yang menegakkan sholat dan rukun-rukunnnya dan lebih utama lagi apabila sunnah-sunnah sholat 5 waktu dikerjakan, diantara keutamaan-keutamaan tersebut adalah:

1) Mendapatkan cinta dan ridho Allah

Orang yang mengerjakan shalat berarti menjalankan perintah Allah, maka ia pantas mendapatkan cinta dan keridhoan Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah (wahai muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

2) Selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 71). Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi Rahimahullahu ta’alaberkata, “Yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini adalah selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga”[8]. Dan melaksanakan sholat termasuk mentaati Allah dan Rasul-Nya.

3) Pewaris surga Firdaus dan kekal di dalamnya

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman … dan orang-orang yang memelihara sholatnya mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-11)

4) Pelaku shalat disifati sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 2-3)

5) Akan mendapat ampunan dan pahala yang besar dari  Allah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Ahzab: 35)

6) Shalat tempat meminta pertolongan kepada Allah sekaligus ciri orang yang khusyuk

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqarah: 45)

7) Shalat mencegah hamba dari Perbuatan Keji dan Mungkar

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)


Hukum Meninggalkan Shalat

Di awal telah dijelaskan bahwa shalat merupakan tiang agama dan merupakan pembeda antara muslim dan kafir. Lalu bagaimanakah hukum meninggalkan shalat itu sendiri, apakah membuat seseorang itu kafir?
Perlu diketahui, para ulama telah sepakat (baca: ijma’) bahwa dosa meninggalkan shalat lima waktu lebih besar dari dosa-dosa besar lainnya. Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[9]

Adapun berbagai kasus orang yang meninggalkan shalat, kami dapat rinci sebagai berikut:

Kasus pertama: Meninggalkan shalat dengan mengingkari kewajibannya sebagaimana mungkin perkataan sebagian orang, ‘Sholat oleh, ora sholat oleh.’ [Kalau mau shalat boleh-boleh saja, tidak shalat juga tidak apa-apa]. Jika hal ini dilakukan dalam rangka mengingkari hukum wajibnya shalat, orang semacam ini dihukumi kafir tanpa ada perselisihan di antara para ulama.

Kasus kedua: Meninggalkan shalat dengan menganggap gampang dan tidak pernah melaksanakannya.  Bahkan ketika diajak untuk melaksanakannya, malah enggan. Maka orang semacam ini berlaku hadits-hadits Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat. Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq, mayoritas ulama salaf dari shahabat dan tabi’in. Contoh hadits mengenai masalah ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[10]

Kasus ketiga: Tidak rutin dalam melaksanakan shalat yaitu kadang shalat dan kadang tidak. Maka dia masih dihukumi muslim secara zhohir (yang nampak pada dirinya) dan tidak kafir. Inilah pendapat Ishaq bin Rohuwyah yaitu hendaklah bersikap lemah lembut terhadap orang semacam ini hingga dia kembali ke jalan yang benar. Wal ‘ibroh bilkhotimah (Hukuman baginya dilihat dari keadaan akhir hidupnya).[11]

Kasus keempat: Meninggalkan shalat dan tidak mengetahui bahwa meninggalkan shalat membuat orang kafir. Maka hukum bagi orang semacam ini adalah sebagaimana orang jahil (bodoh). Orang ini tidaklah dikafirkan disebabkan adanya kejahilan pada dirinya yang dinilai sebagai faktor penghalang untuk mendapatkan hukuman.

Kasus kelima: Mengerjakan shalat hingga keluar waktunya. Dia selalu rutin dalam melaksanakannya, namun sering mengerjakan di luar waktunya. Maka orang semacam ini tidaklah kafir, namun dia berdosa dan perbuatan ini sangat tercela sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un [107] : 4-5)[12]


Nasehat Berharga: Jangan Tinggalkan Shalatmu!

Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.“

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“[13]

Ibnul Qoyyim mengatakan, “Iman adalah dengan membenarkan (tashdiq). Namun bukan hanya sekedar membenarkan (meyakini) saja, tanpa melaksanakannya (inqiyad). Kalau iman hanyalah membenarkan (tashdiq) saja, tentu iblis, Fir’aun dan kaumnya, kaum sholeh, dan orang Yahudi yang membenarkan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (mereka meyakini  hal ini sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka), tentu mereka semua akan disebut orang yang beriman (mu’min-mushoddiq).“[14]

Semoga tulisan sederhana ini dapat memotivasi kita sekalian dan dapat mendorong saudara kita lainnya untuk lebih perhatian terhadap shalat lima waktu. Hanya Allah yang memberi taufik. [15]


MANFAAT SHOLAT MALAM (TAHAJUD)



Masid di Malam Hari



Jika kita membaca surah Muzammil, maka kita akan tahu bahwa Allah S.W.T telah memberi peringatan. Allah memerintahkan Nabi Muhammad S.A.W untuk melakukan sholat malam dan perintah itu datang ketika keadaan sulit, ketika beliau paling membutuhkan bantuan. Allah berfirman


“Wahai orang yang berselimut (Muhammad SAW.), beribadahlah kamu sepanjang malam kecuali sedikit saja (dari malam).” (Al-Muzzammil: 1-2)


Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun, merawat jiwa dan memperkokoh iman.


Sholat malam dahulunya adalah wajib untuk Nabi Muhammad S.A.W dan juga para sahabat (radiallahhu anhu) seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim, dalam sebuah hadits panjang yang diceritakan oleh Zaraarah (radiallahu anhu):
Ia (Aisyah) menjawab: Bukankah engkau pernah membaca firman Allah: "Wahai orang yang berselimut?"


Aku menjawab: Benar.


Ia (Aisyah) berkata: Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung telah mewajibkan Sholat malam pada awal surat tersebut. Dan selama satu tahun Nabi saw. dan para sahabat melaksanakan kewajiban itu. Selama dua belas bulan, kelanjutan ayat tersebut ditahan Allah di langit, sampai pada bagian akhir surat tersebut akhirnya diturunkan Allah yang berisi keringanan. Sejak saat itu hukum Sholat malam menjadi sunat, tidak wajib.

Sholat malam layaknya password atau kata sandi untuk kesuksesan dan menjauhkan satu langkah dari dosa. Sholat malam juga dapat memperkuat iman, membuat seseorang masuk ke dalam golongan orang sholeh (sholihin), dan juga meraih tingkatan sebagai muhsinin (orang yang ihsan, yang melakukan kebaikan).


Abu Hurairah (radiallahu anhu) menceritakan:

"Rasulullah Menceritakan:  'Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan (simpul) ketika kalian tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): 'Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.' Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi. Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan bersemangat dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas .'"


Abu Hurairah (radiallahu anhi) juga mengatakan bahwa:

"Rasulullah  bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam'"


Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Nabi S.A.W bersabda:

"Sesungguhnya di surga itu ada sebuah ruangan yang mana bagian luarnya dapat dilihat dari dalmnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya", maka Abu Malik al-Asy'ariy bertanya : "untuk siapakah ruangan itu, wahai Rasulullah? "beliau bersabda : "Untuk orang yang baik pembicaraannya, yang memberikan makan dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur."


Beliau juga mengatakan:

"Saya mendengar Rasulullah bersabda: 'Seseorang tidak boleh iri kecuali kepada dua golongan, yaitu orang yang diberi oleh Allah Kitab Suci Al Qur’an ini, dibacanya siang dan malam; dan orang yang dianugerahi Allah kekayaan harta, siang dan malam kekayaannya itu digunakannya untuk segala sesuatu yang diridhai Allah.'"


Dari beberapa hadits di atas, dan juga hadits-hadits lain, dapat diberi kesimpulan bahwa sholat malam dapat memberi manfaat di antaranya sebagai berikut:
  1. Sholat malam mampu membersihkan jiwa dan menghilangkan kemalasan
  2. Orang yang melaksanakan sholat malam mendapat ganjaran atau pahala yang tidak didapat oleh sebagian besar umat manusia
  3. Sholat malam adalah salah satu cara bersyukur pada Allah (dan siapa yang bersyukur akan ditambah rizkinya)
  4. Sholat malam mencegah perbuatan dosa
  5. Sholat malam adalah ketika pintu-pintu langit dibuka, do'a dijawab, dan kebutuhan mereka yang meminta akan dipenuhi.
  6. dan masih banyak lagi



MANFAAT SHOLAT DHUHA


     Keutamaan Mengerjakan sholat Dhuha menurut masyarakat awam hanyalah agar diberikan kelancaran rejeki yang berlimpah dan dimudahkan dalam banyak hal atau dalam melakukan sesuatu.
Akan Tetapi tahukah Anda bahwa masih banyak keutamaan lain dari Sholat Dhuha?


Sebelumnya Baca Dulu Beberapa Riwayat Berikut ini.


Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).


Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)


Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).


Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha.


Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).


Nah Dari Riwayat Riwayat Diatas pastinya sudah dapat memetik beberapa makna kan sobat..


Beberapa Makna Sholat Dhuha:
  1. Selalu Mengingat Allah
  2. Limpahan Karunia Dan Kasih Sayang Allah
  3. Sebagai Wujud Rasa Syukur
  4. Sifat TawakaL
  5. Manfaat Lainnya.


Sholat Dhuha merupakan sarana sedekah bagi anggota badan.

Sholat Dhuha membuat kita terampuni dari segala dosa-dosa di masa lalu. Selain melapangkan rezeki, keutamaan sholat dhuha yang lain, yaitu terampuninya segala dosa. Sebagai manusia biasa yang tentunya tidak luput dari kesalahan dan dosa. Disadari atau tidak, kita pasti pernah melakukan perbuatan dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar. Maka dari dari itu, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menjalankan dan menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan terampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Ibnu Majah). Hal tersebut senada dengan untaian hikmah hadis berikut, “Barang siapa menunaikan shalat Subuh, kemudian ia duduk dan tidak mengucapkan perkataan yang sia-sia, melainkan berzikir pada Allah SWT hingga menunaikan sholat Dhuha sebanyak empat rakaat, maka dosa-dosanya akan terhapus bersih seperti anak yang baru dilahirkan oleh ibunya, ia tidak punya dosa.” (HR Abu Ya’la).


Allah menjanjikan sebuah istana emas bagi orang yang istiqomah menjalankan sholat Dhuha. 


         Anda belum punya rumah di dunia ini? Hidup bersama kelurga masih berpindah pindah alias kontrak? Jangan galau dan bersedih hati karena Allah memberikan Anda rumah yang lebih mulia di surga yaitu rumah dari emas. Jika Anda merasa tidak mendapatkan kenikmatan di dunia ini. Ayo! laksanakan sholat Dhuha, karena Allah menjanjikan sesuatu yang lebih mulia kepada Rasulullah untuk disampikan kepada umatnya.
Janji Allah yang lain adalah mencukupkan kebutuhan orang yang senantiasa istiqomah menjalankan sholat Dhuha.


         Sudah saatnya kita mempercayai janji Allah tentang keutamaan sholat Dhuha, yakni kecukupan rejeki. Jadi, kalau kita mau kaya, kalau kita mau banyak rezeki dan tidak jatuh dalam kemiskinan, maka jalankan sholat Dhuha dengan istiqomah!
Ingin memiliki pahala yang setara dengan Ibadah haji dan Umrah? Maka jalankan sholat Dhuha dengan istiqomah.


         Sungguh dahsyat Ibadah yang satu ini meskipun sunnah tapi mendapat pahala setara ibadah haji dan umrah. Hal itu sesuai dengan untaian sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang menjalankan shalat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah hingga matahari terbit, kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, dan sepenuhnya.” (HR Tirmidzi).


Kenikmatan abadi yang kita peroleh adalah bebas masuk surga melalui pintu Dhuha.

         Surga memiliki banyak pintu, di antaranya adalah pintu ar-rayyan untuk orang yang berpuasa. Sedangkan untuk hamba yang senantiasa mendirikan sholat Dhuha dengan istiqomah maka akan dipangil oleh surga melalui pintu Dhuha. 


        Hal tersebut sesuai dengan untaian hikmah berikut : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat pintu yang bernama adh-Dhuha, dan pada hari kiamat nanti akan terdengar panggilan, di manakah orang-orang yang melanggengkan sholat Dhuha, ini adalah pintu kalian masuklah kalian dengan rahmat Allah SWT.” (HR Thabrani).


Begitu dahsyatnya keutamaan sholat Dhuha yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang istiqomah. Lalu, apakah Anda tidak tergiur dengan seribu kenikmatan tersebut? 
Tidakkah Anda tergerak untuk segera melaksanakan sholat Dhuha? Dan, nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kau dustakan? Ayo! jalankan sholat Dhuha!! Ajaklah Teman Teman Kamu Juga Untuk Melaksanakan Sholat Dhuha.

Senin, 03 Juni 2013

PENGERTIAN DAN CONTOH RESENSI


Pengertian Resensi  

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku.

Secara etimologi, “Resensi” berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja “revidere” atau “recensere”. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan “recensie”, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “review”. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.

Berikut ini Definisi, Arti dan Pengertian Resensi Menurut Beberapa Para Ahli

WJS. Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.

Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.


Contoh resensi - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!"

1. Identitas Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

Lupus Sang Idola

Judul               : Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”
ISBN               : 979-655-972-2
Pengarang       : Hilman Hariwijaya dan Boim Lebon
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : 21 Maret 2001
Berat               : 199 gram
Dimensi           : 144 halaman, 18 cm
Kategori          : Anak dan Remaja
Harga              : 25.000


2. Tujuan Meresensi Novel - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

Banyak orang (teman-teman) yang telah mengatakan bahwa buku ini bagus kepada saya, maka dari itu saya menjadi penasaran dan ingin membacanya. Setelah saya baca ternyata buku ini tidak hanya sekedar bagus tetapi “sangat bagus”, karena keluarga merupakan bagian terpenting dalam sebuah kehidupan, maka sayangilah keluarga dan teman-temanmu karena merekalah yang selalu ada ketika kita membutuhkan.

3. Pokok-pokok Isi Novel (Unsur Instrinsik) - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

1.      Tema         : Kehidupan sehari-hari keluarga Lupus

2.      Latar          :
a.       Latar tempat    : rumah Lupus, lapangan, jalan raya, rumah Windy, took elektronik, rumah Ubu, rumah Happy, sekolah Lupus.
b.      Latar waktu     : pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari.
c.       Latar suasan    : menyenangkan, menggelikan, tegang, menyedihkan, lucu, Mengharukan.

3.      Penokohan
a.       Lupus                    : penuh ide, pandai, lucu, mudah bergaul
b.      Lulu                       : kekanak-kanakan, pandai, lucu
c.       Papi                       : hemat, tegas,baik hati
d.      Mami                     : penyayang anak-anak, bijak
e.       Pepno                    : lucu, menyenangkan
f.       Iko-Iko                  : lucu, menyenangkan
g.      Iwel-Wel               : minder, pemalu
h.      Happy                   : baik hati, ramah, menyenangkan
i.        Windy                   : penyayang
j.        Kiky                      : kekanak-kanakan
k.      Ubu                       : baik hati, ramah, menyenangkan

4.      Alur                             : Progresif (maju)

5.      Amanat                       : Keluarga merupakan bagian terpenting dalam sebuah kehidupan, maka sayangilah keluarga dan teman-temanmu karena merekalah yang selalu ada ketika kita membutuhkan bantuan.


6.      Sudut pandang              : Sudut pandang orang ketiga serba tahu.

7.      Gaya bahasa                : Menggunakan bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah untuk dipahmi oleh pembaca dan menyenangkan.


4. Nilai-nilai Novel (Unsur Ekstrinsik) - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

a.    Nilai Sosial      : Lupus gemar menolong temanya yang sedang membutuhkan, dengan caranya sendiri. Tidak hanya Lupus namun setiap tokoh saling menolong satu sama lain.
b.    Nilai Budaya  : Kehidupan keluarga Lupus sangat mengutamakan kebersamaan seperti makan bersama di meja makan, saling menghormati, Papi sebagai kepala keluarga yang selalu mengambil keputusan dalm setiap keadaan.
c.   Nilai Ekonomi : Papi sangat memperhatikan setiap ada urusan keuangan. Papi sebagai kepala keluarga selalu memperhitungkan urusan keuangan dalam keluarga.


       5. Sinopsis - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”


Sepeda Iwel-Wel Sendiri Lagi

Lupus akhir-akhir ini sangat senang bersepeda, dia bersepeda dengan sobatnya yaitu Pepno. Lupus mempunyai kawan baru yang bernawa Iwel-Wel dia mempunyai hobi yang aneh yait gemar bersepeda sendirian, berkali-kali Lupus dan Pepno mengajak Iwel-Wel untuk bersepeda bersama namun dia menolak dan enggan menjawab apa alasanya, setelah beberapa waktu akhirnya Iwel-Wel mengaku jika dia malu dengan teman-temanya karena sepeda yang ia miliki sudah jelek dan berbeda jauh dari milik teman-temanya. Lupus meyakinkan Iwel-Wel tetapi ia tetap menolak, sampai suatu saat Iwel-Wel dibelikan sepeda baru oleh ayahnyayang sangat canggih dan bagusnya bukan main, setelah itu gantian Iwel-Wel yang mengajak Lupus dan Pepno main, tetapi mereka berdua menolak dengan berbagai alasan. Namun alasan yang pasti adalah karena mereka merasa maludenga sepeda yang dimiliki Iwel-Wel.


Teve Papi

Papi Lupus berniatan untuk membeli TV baru yang lebih besar dan bagus dibandingkan dengan TV lama yang mereka miliki, namun TV lama akan dijual oleh Papi untuk uang tmbahan membeli TV baru, namun Mami tidak setuju dan mengingikan Tv yang lama digunakan oleh Luus dan Lulu agar tidak berebut lagi dengan Papi. Sekuat tenaga Lupus dn Lulu mencari cara agar oran yang akan menawar TV Papi tidak mau membelinya, mereka memasang jebakan disepanjang rumah, dan yap semua jebakan berhasil. Namun orang yang akan menawar TV Papi itu keesokan harinya datang lagi ke rumah ersebut untuk bernegosiasi tentang harga TV dengan Papi, dan ketika bertemu untuk kedua kalinya Lupus dan Lulu meminta kepada orang itu agar tidak membeli TV mereka dengan memberikan sogokan berupa berbagai macam makana, akhirnya orang tersebut mengurungkan niatnya untuk membeli TV Papi.


Happy dan Sepeda, Lupus dan Sepeda-Sepeda

Happy teman Lupus satu kelas meminta Lupus untuk mengajarinya naik sepeda. Sebenarnya Lupus enggan dengan tawaran Happy, namun karena Happy menjanjikan untuk memberikan honor pada Lupus jika berhasil membuatnya mahir bermain sepeda dalam waktu satu minggu ini, maka Lupus menerima ajakan Happy karena dia butuh uang untuk mendaftar lomba lukis. Daam seminggu Lupus menjadi guru Happy, namun tak ada hasilnya, Happy masih saja jatuh ke got, dan sampai waktunya tibapun Happy belum kunjung mahir bersepeda, namun Lupus telah meminta bayaranya, dia membutuhkan uang itu dan berjanji akan membantu Happy dalam mengikuti Funbike.Dan keesokan harinya Lupus menepati janjinya, dia membantu Happy mengikuti Funbike dengan cara memegangi sepeda Happy sampai garis finish, terang sja setelah itu Lupus pegal-pegal, tetapi dia harus segera ke tempat lomba lukis, ketika sampai disana panitia lomba memberitahukan bahwa anak-anak harus menggambar sepeda, sontak saja Lupus langsung pingsan.


Malam Tahun Baru yang Bau

Ketika itu keluarga Lupus akan merayakan Tahun Baru, namun tidak bersama, mereka akan merayakanya bersama teman-teman mereka. Ketika siang harinya Papi akan mandi, air di dalam amar mandi habis dan meminta Mami untuk menyalakannya akan tetapi tidak bisa, lalu Papi mengecek dan ternyata listrik mati diikuti oleh saluran air yang juga ikut mati. Semua anggota keluarga Lupus merasa resah karena mereka harus pergi ke acara mereka masing-masing namun air tak kunjung menyala. Lalu Papi memutuskan untuk pergi ke rumah saudara mereka yang ada di lain tempat untuk menumpang mandi, mereka berangkat dengan kondisi bau dan terkena macet di jalan. Ketika sampai disana mereka tidak menemukan saudara mereka karena ternyata baru saja pergi untuk merayakan tahun baru sehingga mere mengurungkan niat untuk pergi.


Jangan Menangis Lagi Ya, Ky

Windy adalah salah seorang teman Lupus. Pada suatu hari Windy pulang cepat-cepat ke rumah dan ditemuinya adik kecilnya yaitu Kiky sedang menangis kencang, ternyata dia tak mau makan. Bibi baru Kiky pun tak berhasil membujuk Kiky untuk makan, lalu Lupus dan kawan-kawanya lewat depan rumah Windy, seketika itu Lupus langsung membanyol dan menyebabkan Kiky tersenyum dan mau menelan makanan yang diberikan oleh Bibinya. Namun ketika Lupus dan kawan-kawanya pulang, Kiky kembali menangis dan tidak mau makan. Lalu Windy menelpon Lupus dan bertanya bagaimana cara agar Kiky mau makan, Lupus mengingatkan untuk memberikan kesenangan-kesenangan Kiky dan ternyata berhasil, Kiky mau makan kembali.


Gara-gara Play Station Sih

Pada saat itu anak-anak di kompleks rumah Lupus sedang senang-senangnya bermain Play Station begitupula dengan Lupus, ia menghabiskan waktu dan uang jajanya untuk bermain. Sudah berulang kali Mami mengingatkan Lupus namun tetap saja tidak digubris olehnya. Sampai pada suatu saat di kantor Papi ada bazar murah dan Mami memutuskan untuk mengajak Lupus dan Lulu. Lupus ingin sekali memiliki sepatu tinggi untuk sekolah, tetapi seketika harapan Lupus runtuh karena Mami berkata tak akan membelikan Lupus karena Lupus sudah diberikan oleh Papi uang lebih untuk ditabung, namun uang tersebut sudah dihabiskan Lupus untuk main Play Station. Dan Lupus tidak dapat membeli kebutuhannya.


Ngeles Berhadiah

Pulang sekolah, Lupus tak sabar menemui Mami untuk meminta agar didaftarkan bimbingan belajar. Mami pun setuju akan tetapi ahrus meminta persetujuan Papi untuk mendaftarkannya. Sepulang dari kantor, Papi memberitahu Mami bahwa Mami mendapat hadiah dari toko elektronika dan dihimbau untuk mengambilnya hari itu juga. Sontak Lupus sangat senang mendengarnya dia pikir hadiah yang didapat akan digunakanya untuk mendaftarkan Bimbel. Papi dan Mami siang itu juga menuju ke too elektronik yang dimaksud, lalu betapa kagetnya Mami ternyata untuk dapat mengambil hadiahnya mereka harus membeli produk dengan harga minimal tiga juta dan hadiahnyapun tidak seberapa. Lalu mereka memutuskan untuk pulang dan Lupuspun kecewa.


Badut Ulang Tahun

Ubu adalah teman sekelas Lulu, dia sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya. Lupus dan Lulu sibuk mencari kado untuk si Ubu. Mereka memutuskan untuk membelikan Ubu buku dongeng, namun niat itu tidak jadi karena mereka mendapat hadiah dari badut yang ada di pusat perbelanjaan itu. Setelah sampai rumah Ubu menelpon Lulu dan memeritahu bahwa dia ingin mendatangkan badut di acara ulang tahunnya dan dia mminta Lulu untuk mencarikan badut tersebut, seketika mendengar itu Lupus langsung menyeletuk agar Papi yang menjadi badut, dan benar Papi mau menjadi badut asal mendaptkan honor. Pada hari yang ditunggu Papi berdandan seperti badut sungguhan dan dia menghibur anak-anak yang datang meski pada awalnya agak kaku namun Papi berhasil menghibur semua yang datang. Papi juga mendapat honor yang diharapkannya. Tetpai ketika sampai rumah, Mami mengingatkan Papi bahwa ada pertemuan dengan client di kantor, Papi pun tanpa tunggu apa-apa langsung pergi ke kantor dengan wajah seperti badut, dan ketika sampai di ruan meeting, seisi ruangan kontan tertawa terbahak-bahakmelihat Papi.


Kado

Tiba saatnya Happy yang merayakan ulang tahun, ketika itu Lulu sibuk menyiapkan hadiah untuk Happy, dia memutuskan membeli tas sekolah yang dianggapnya sangat cocok untuk Happy. Sedangkan Lupus sama sekali tidak membelikan kado untuk Happy. Ketika datang saatnya untuk merayakan Happy Lulu sangat semangat dan datang awal, berbeda dengan Lupus yang memilih datang telat agar tidak kentara jika tak membawa kado. Namun Lupus mengaku pada Happy jika dia membawa kado. Ketika ulang tahunya Lupus, teman-teman datang ke rumah Lupus untuk memberi kado begitu juga Happy. Ketika dibuka betapa kagetnya Lulu bahwa kado yang diberikan pada Lupus adalah sama dengan kado yang diberikanya untuk Happy. Lulu marah dan ingin bertemu kepada Happy, namun ketika bertemu Lulu pun kaget karena tas yang dimiliki Happy memang ternyata kembar dengan Lupus, ternyata Happy memang sengaja membeli tas yang sama dengan Lupus agar bisa kembaran.


Iiih Takuuut !!

Pada malam Jumat Kliwon itu Lupus ditinggal oleh Papi, Mami, dan Lulu yang akan Pergi ke rumah om Imron. Lupus memang awalnya tidak takut, namun lama lama dia merasa takut karena mendengar suara-suara aneh yang muncul di tenga malamnya. Lupus kemudian menelpon Pepno untuk tidur di rumahnya, Lupus takut pada ituan, ituan yang dimaksud adalah setan. Namun sayangnya Pepno tidak dapat ke rumah Lupus karena tidak diijinkan oleh ibunya. Ketika Lupus hendak kembali ke kamarnya, ada suara telpon yang misterius dan Lupus pun mengangkatnya. Ketika diangkat tiba-tiba Lupus pun takut dan berlari ke kamarnya. Terdengar di luar ada tiga orang yang mengetuk ngetuk kamar Lupus, ternyata Papi, Mami, dan Lulu semenjak tadi bersembunyi di luarmereka berusaha membangunkan Lupus namun Lupus tidak dengar akhirnya dibantu oleh pak Satpam dan mereka bisa masuk. Mereka sebenarnya tidak pergi ke tempat om Imron, tetapi membelikan kadountuk Lupus.



6   6. Biografi Penulis - Contoh Resensi Novel Lupus Kecil “Iiih Takuuut !!”

Hilman Hariwijaya yang lahir di Jakarta pada tanggal 25 Agustus memang telah suka mengarang semenjak remaja, dirinya telah membuat serial Lupus di Majalah HAI, Hilman mempunyai hobi membaca dan menonton film ini telah sukses menjadi Section Head Drama. Sedangkan Boim Lebon yang nama aslinya adalah Sudiyanto pada tanggal 17 Juli juga memiliki hobi dan pekerjaan yang sama dengan Hilman, sehingga keduanya dapat menciptakan karya Lupus yang menjadi idola setiap remaja.



Resensi :